Biarkan Perahu Cinta Kita Terus Berlayar

Ketika badai datang melanda rumah tangga, suami istri berdiri di atas geladak kapal, dengan tubuh yang basah kuyup.

Mereka saling memandang, mendekat, berpelukan dengan erat, saling memautkan jari jemari satu sama lain.

Suami: "Maafkan aku ya Dek, kemarin² aku sangat kasar, mudah marah dan membuat hatimu terluka. Badai ini mungkin teguran dari Allah".

Istri: "Iya bang. Aku juga minta maaf, mungkin kemarin² aku terlalu manja, terlalu banyak menuntut, sampai membencimu".

Suami: "Sudahlah, kita berdua hanya sepasang manusia yang masih belajar berumah tangga, bukan malaikat yang tak pernah salah. Kita harus lebih banyak lagi belajar sabar dan belajar syukur".

Istri: "Tapi bang, badai ini semakin kencang mengguncang perahu kita".

Suami: "Iya, guncangannya sangat terasa. Mari kita berpegangan lebih erat lagi".

Sambil terus merasakan guncangan dan gelombang yang menerpa perahu mereka, keduanya memutuskan untuk tetap bertahan di atas gelagak, tidak melepaskan tautan jari jemari mereka. Tidak saling meninggalkan satu sama lainnya.

Istri: "Bang.. sepertinya badai ini bukannya menjauhkan kita".

Suami: "Iya Dek, badai ini semakin menyatukan hati dan jiwa kita. Menyatukan cinta kita".

Biarkan perahu cinta kita terus berlayar.
Tidak peduli sekeras dan sebesar apa gelombang datang menerjang. Namun hati kita berdua semakin erat bertautan.



📝@cahyadi_takariawan

Komentar

  1. Semoga langgeng sampai maut memisahkan..Aamiin

    BalasHapus
  2. Aamiin Ya Rabbal'alamiin ... makasih ya mbak 🤗😘

    BalasHapus
  3. Cintaku tak akan pernah padam selamanya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer